Beautiful Goodbye

2071486_1318641277476.64res_500_447

Yesung’s Birthday Project: The Second Entry

Beautiful Goodbye

 [I love you still and always will.]

.

.

Orang bilang, mawar merah melambangkan cinta.

Mungkin memang terkesan kuno, tapi di saat Kyuhyun membeli setangkai mawar merah untuk Yesung, ia telah mempertaruhkan segalanya di sana. Ia mencintai lelaki itu seperti ia mencintai keluarganya—tak terbayangkan seberapa besar dan juga tak terbantahkan. Kyuhyun tahu cintanya takkan terbalas untuk sekarang, tapi ia akan terus menunggu dengan sabar.

Orang bilang, mawar ungu melambangkan cinta pandangan pertama.

Kalau begitu, maka Yesung adalah mawar ungu di hatinya—langka dan dapat membuatnya takluk hanya dalam waktu tiga detik setelah bersitatap. Kyuhyun adalah pemuda lugu yang mempercayai takdir; ia percaya adanya cinta pandangan pertama dan kemungkinan bertemu takdirnya ketika menyeberangi jalan. Jadi, tak heran jika seulas senyum tampak di wajahnya ketika ia merasa telah menemukan cintanya.

Orang bilang, mawar putih melambangkan cinta sejati.

Kyuhyun tak tahu ia harus bersorak girang atau menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak terasa gatal ketika Yesung memilihkan setangkai bunga mawar putih untuknya. Keduanya sama-sama tak terlalu menyukai tumbuhan, tapi aneka ragam jenis dan warna bunga di dalam sebuah toko berhasil menarik minat mereka.

Meski awalnya hanya bermaksud iseng, Kyuhyun tak tahu pilihan Yesung akan berhasil membuat hatinya bergejolak karena bahagia. Ia hanya bertanya bunga apakah yang ingin sunbae-nya itu berikan padanya, dan Yesung menarik setangkai mawar putih tanpa berpikir panjang.

Hyung, kau tahu arti mawar putih?”

“Apakah setiap bunga memiliki arti?”

Dengan senyuman tipis, Kyuhyun mengangguk pelan. Yesung langsung bertanya antusias akan arti atau lambang mawar putih, menyebabkan dirinya agak canggung ketika menjawab, “Mawar putih melambangkan cinta sejati.”

#

Hari itu adalah hari pertamanya memasuki universitas, dan suasana baru di sekitarnya tak mampu membuat Kyuhyun merasa asing atau terintimidasi. Lagipula, ini universitas milik ayahnya—siapa takut?—dan kemungkinan besar takkan ada yang berani berbuat macam-macam pada dirinya karena ia bukan tipe mahasiswa pembuat onar.

Masih memiliki sedikit waktu sebelum kelas dimulai, Kyuhyun mengitari gedung kampus yang telah ia hafal luar kepala; tujuan utamanya adalah perpustakaan. Namun ketika ia melewati lapangan basket yang dipenuhi entah berapa banyak manusia, Kyuhyun hanya dapat terperangah tanpa sadar.

Pertandingan memang sedang berlangsung saat itu; skornya berbeda jauh. Universitas milik ayahnya ini memang terkenal dengan tim basket yang tak terkalahkan—hingga ia tak lagi terkejut dengan kenyataan bahwa tim mereka mengungguli nyaris sempurna.

Sorak kemenangan pun terdengar. Para pemain sibuk berpelukan dan melancarkan high-five dengan senyuman lebar. Kyuhyun bertepuk tangan pelan sebelum memutuskan untuk beranjak; matanya masih tak lepas dari lapangan. Ia kagum dan tentu saja iri karena ia tak terlahir dengan bakat berolahraga.

Entah berapa banyak orang yang ia tabrak ketika berusaha untuk menjauh. Di saat hampir berhasil, tanpa sengaja ia menabrak seorang lelaki hingga terjatuh. Sosok itu bangkit dan meminta maaf—walau mungkin tahu tak bersalah. Sebelum lelaki bersurai red-wine itu tertelan kerumunan, mereka menyempatkan diri untuk saling menatap.

Hanya tiga detik.

Kyuhyun tak tahu hanya dalam waktu tiga detik saling pandang dengan seseorang dapat membuat jantungnya berdebar begitu kencang. Ia mencoba untuk mencari namja itu setelahnya, lalu menemukannya di pinggir lapangan bersama dengan seorang pemain basket yang terlihat tampan.

“Kau tidak apa-apa, Hyung?”

“Tentu saja. Jangan perlakukan aku seperti yeoja!”

Walau hanya mendengar dan melihat percakapan kecil itu sayup-sayup, Kyuhyun yakin matanya menangkap rona merah muda di pipi si pemuda. Ia terus memandangi dari kejauhan, seolah terhipnotis dan tak bisa menolehkan kepala.

Saat itu, Cho Kyuhyun yakin ia jatuh cinta.

#

Mencari sosok yang bahkan tak diketahui namanya pasti akan memakan waktu lama. Dua minggu telah berlalu dan Kyuhyun tak berhasil bertemu dengan pemuda itu lagi. Ia hanya dapat menghela napas pasrah mengingatnya—mungkin lain kali.

Kantin tak terlalu ramai saat itu. Setelah memesan makanan, ia bermaksud berjalan menuju bangku yang kosong ketika seseorang menahan lengannya. Kyuhyun menoleh dan terkejut ketika mendapati namja yang ia cari dua minggu ini tengah tersenyum manis dan menawarinya untuk duduk bersama.

“Tentang kejadian waktu itu, seharusnya aku yang meminta maaf,” ucapnya memulai pembicaraan setelah mereka telah duduk berhadapan. Ia merasa agak canggung ketika menyadari sosok bernama Yesung di hadapannya adalah seorang sunbae yang cukup terkenal; terbukti karena mereka menjadi pusat perhatian.

“Jangan dipikirkan. Aku mengajakmu duduk bersama bukan karena ingin memarahimu,” Yang lebih tua tersenyum kecil, menenangkan. “Sebenarnya ayahku dan ayahmu berteman dekat. Mereka bilang aku harus lebih mengenalmu dimulai dari sekarang.”

Anggukan Kyuhyun terhenti beberapa saat kemudian. “Jadi kau tahu siapa ayahku?” tanyanya dengan tatapan tolong-jangan-beritahu-siapa-pun. Yesung tertawa pertanda mengerti, menyanggupi tanpa berpikir panjang.

Mereka berbincang lama setelahnya—seperti teman lama yang baru bertemu setelah beberapa tahun tak berjumpa. Kyuhyun dapat merasakan wajahnya memanas ketika melihat namja di hadapannya tertawa. Ia juga sering terpana tanpa sadar.

Demi Tuhan banyak orang menyebutnya jenius. Tapi kenapa kini ia tampak seperti seorang idiot?

Hyung-ah!

Refleks keduanya menolehkan kepala. Seorang pemuda dengan senyuman cerah menghampiri tempat di mana mereka berada. Kyuhyun tahu orang itu—karena dua minggu lalu, namja itulah yang berbincang dengan Yesung di pinggir lapangan.

Namanya Choi Siwon.

Kyuhyun memang ingin mengetahui segala sesuatu tentang Yesung—tapi, sungguh, ia tak ingin mengetahui bahwa seseorang yang dapat menaklukan hatinya secepat mengedipkan mata telah memiliki seorang kekasih yang sangat sempurna.

Baru kali ini pula ia tahu bahwa patah hati secepat jatuh cinta bukanlah candaan belaka.

#

Ini hari Minggu. Setahun lebih setelah pertemuan pertama mereka.

Yesung dan Kyuhyun bersahabat dekat sekarang. Yesung mutlak karena baginya Kyuhyun adalah sosok yang menyenangkan, sedangkan Kyuhyun mutlak karena ia mencintai Yesung dan berharap dapat berada di sisi sang hyung selama yang ia bisa.

“Hari ini kita ke mana?”

Seharusnya Siwon juga bersama dengan mereka saat ini, tapi nyatanya pemilik marga Choi itu memiliki janji lain. Yesung sama sekali tak keberatan, dan tentu saja Kyuhyun merasakan hal yang sama.

Toko pertama yang mereka masuki adalah sebuah toko bunga. Yesung mengerjap kagum melihat segala jenis tumbuhan di sana. Mereka mengelilingi toko yang luas itu seraya mengomentari setiap jenis tumbuhan yang ada. Sesampainya di bagian tanaman bunga mawar, Kyuhyun memperhatikan setiap warna bunga yang ada di sana.

Hyung, apakah ada bunga yang ingin kau berikan padaku?”

Yang ditanya hanya dapat mengedipkan mata bingung. Sesaat kemudian, Yesung mengambil setangkai mawar putih dengan cengiran di wajahnya. “Cocok denganmu!” serunya sebelum Kyuhyun sempat menanyakan alasannya  memilih bunga tersebut.

Sekali lagi sunbae di sampingnya itu berhasil membuat degup jantung Kyuhyun berpacu lebih cepat daripada keadaan normal. Sambil berusaha menenangkan diri, ia kembali melontarkan pertanyaan, “Hyung, kau tahu arti mawar putih?”

Yesung menggeleng lucu dengan raut wajah penasaran. “Apakah setiap bunga memiliki arti?”

Dengan senyuman kecil, Kyuhyun menganggukan kepalanya. Yesung langsung menerjangnya dengan pertanyaan akan apa arti dari mawar putih—takut bunga yang ia pilihkan untuk Kyuhyun mengandung arti yang buruk.

Baik Kyuhyun maupun Yesung tak terlalu menyukai tumbuhan, dan bahkan mereka tak mengambil mata kuliah berbau IPA. Namun setidaknya, melalui dosen gila yang sering mengoceh melenceng dari pelajaran, Kyuhyun tahu arti dari beberapa warna bunga mawar.

“Mawar putih melambangkan cinta sejati.”

Helaan napas lega terdengar dari sang hyung yang sempat panik. “Tentu saja kau cinta sejatiku, Kyuhyun-ah,” ucapnya dengan maksud bercanda. Kyuhyun tahu kalimat itu hanyalah candaan semata, tapi ia tak tahu mengapa dirinya semakin berharap saja.

“Kalau begitu, apa arti mawar hitam?”

Dengan tatapan tak terartikan, ia memandangi salah satu mawar paling langka itu dalam diam. Dalam hati bersumpah bahwa mawar merahnya—cintanya—pada Yesung takkan berubah menjadi sebuah mawar hitam—

“Obsesi.”

#

“Tolong jangan membenciku.”

Kyuhyun menundukkan kepala penuh rasa bersalah. Sebenarnya tak ada yang menyalahkannya, karena ia jugalah korban. Ia hanya tak tega melihat Yesung yang tampak begitu terkejut beberapa jam lalu—ketika keluarga mereka bertemu dan mengatakan bahwa mereka akan segera menjadi sepasang tunangan.

Namja yang lebih tua bergeming di tempatnya. Ia sama sekali tak menyalahkan Kyuhyun karena hoobae kesayangannya itu tak memiliki kesalahan apapun juga. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah, bagaimana dengan Siwon? Apakah pertunangan ini berartikan ia harus berpisah dengan orang yang dicintainya?

“Mungkin kau butuh waktu untuk sendiri saat ini,” ujar Kyuhyun putus asa seraya melangkah keluar kamar; ia sedang berada di apartemen Yesung sekarang. “Maafkan aku. Aku… aku juga tak tahu, Hyung,” lanjutnya pelan.

Demi Tuhan ia mencintai Yesung, bahkan mungkin hingga nanti di detik terakhir kehidupannya. Tapi Kyuhyun tak mau menggunakan cara ini; karena ini sebuah pemaksaan, hal yang takkan pernah ia lakukan meski selamanya Yesung tak pernah melihatnya lebih dari seorang hoobae merangkap teman. Ini salah. Kenapa takdir mendukungnya dengan cara yang begitu menyiksa?

Ketika tangannya menyentuh kenop pintu kamar, Kyuhyun dapat merasakan sepasang tangan tengah memeluknya dari belakang. Ia tak tahu harus berbuat apa pada awalnya, namun berakhir memutar tubuh untuk membalas pelukan Yesung yang—mungkin—tengah meneteskan air mata.

“Katakan apa yang harus kulakukan untukmu, Hyung,” bisik si pemilik marga Cho lembut. Dalam dekapannya, Yesung menggelengkan kepala; memberinya kode untuk tak melakukan apapun selain tetap merengkuhnya sampai ia merasa lebih tenang.

Dan Kyuhyun memang tak pernah bisa menolak.

#

Musim semi.

Setelah pindah ke Seoul, tak pernah sekali pun Yesung berkomunikasi dengan Siwon. Hubungan mereka telah usai, dan cinta yang Kyuhyun berikan padanya tak bisa terus ia abaikan—terlebih ketika tunangannya itu pulang dengan setangkai mawar merah di tangannya.

“Jadi, apa arti mawar merah?”

“Cinta.”

Kyuhyun dapat melihat senyum tulus pujaan hatinya yang mengembang. Ia lebih memilih untuk berseru, “Aku mau mandi!” Dan segera masuk ke dalam kamar—merasa malu juga gugup. Sudah setengah tahun mereka tinggal bersama dan berusaha membuka hati untuk satu sama lainnya; sebenarnya hanya Yesung, karena sejak dulu ia telah membuka hatinya selebar mungkin untuk namja itu.

Ia menemukan si pemilik surai red-wine tengah mengenakan jaket dan bersiap untuk pergi ke luar sesaat kemudian. Yesung yang menyadari kehadiran Kyuhyun berkata, “Aku akan kembali secepatnya, Kyu.” Disusul dengan suara pintu apartemen yang tertutup rapat.

Tak ambil pusing, Kyuhyun lebih memilih untuk menghidupkan televisi dan menonton acara apa saja yang sedang ditayangkan. Sayangnya, pikirannya melayang entah ke mana. Tentang apa yang ia rasa dan apa yang terjadi. Ia bahagia. Dan walau tak sepenuhnya yakin, Kyuhyun tahu Yesung juga mulai bahagia bersamanya.

Mencintai tanpa dicintai bukanlah hal yang mudah. Seringkali ia putus asa dan ingin keluar dari lingkaran perasaan yang ia rasa—tapi tak bisa. Kyuhyun belajar untuk menerima segalanya, menjalani dengan senyuman dan tanpa paksaan. Ia cinta Yesung, dan Yesung… entahlah.

Di saat sosok yang ia cintai mulai menerima keberadaannya, Kyuhyun tak sadar sejak kapan ia mulai berubah menjadi sosok yang posesif. Yesung memang tak pernah menjadi miliknya seutuhnya, tapi kini, setelah mereka bersama, ia takut adanya seseorang yang nanti akan mengambil Yesung dari dalam dekapannya.

Dan semuanya terbukti ketika Yesung pulang dengan wajah murung yang kentara. Kyuhyun mencoba menyapa dengan hangat seperti biasa. Ia takkan memaksa Yesung untuk bercerita padanya, karena ia tahu, tunangannya itulah yang nanti akan mulai menceritakan kegelisahannya.

“Aku bertemu dengan Siwon.”

Dinding itu—kebersamaan mereka—mulai retak, ia merasakannya.

Dengan seulas senyuman yang dipaksakan, Kyuhyun merapikan barang belanjaan Yesung dan bergumam, “Hm?”

#

Tersenyum adalah satu-satunya jalan terbaik yang harus dilakukan ketika menghadapi suatu hal atau tepatnya masalah. Ini bukan masalah, sebenarnya. Kyuhyun tak tahu harus mengkategorikan apa yang kini ia alami ke dalam apa.

Yesung tak berusaha menjelaskan apapun karena ia tahu bahwa Kyuhyun lah yang paling tahu tentang dirinya. Ia hanya bisa melemparkan tatapan maaf dan penuh rasa bersalah, berharap mantan hoobae-nya itu mau mengerti keadaannya.

Kyuhyun mengerti. Sangat. Tapi tetap saja hatinya terasa sakit ketika ia melihat Yesung tengah berciuman dengan namja lain selain dirinya—bukan berarti mereka pernah.

“Kyuhyun-ah.”

Kwaenchana.”

Kembali tersenyum. Yesung pasti mengalami masa sulit dulu ketika berusaha melupakan Siwon. Salahkan saja pemuda Choi yang muncul secara tiba-tiba dan tanpa aba-aba itu. Ah, Kyuhyun seharusnya sadar—

“Kau memang tak pernah bisa melupakannya, Hyung.”

#

Sebagai seorang pecinta, Kyuhyun adalah sosok yang benar-benar mengerti posisinya. Jadi, ketika Yesung berkata maaf, ia langsung memeluk sosok itu dan memohon agar tak ada lagi kalimat yang dikeluarkan oleh pujaan hatinya.

—Karena ia tahu kalimat itu pasti akan menyakitinya jauh lebih dalam.

Mereka berpelukan lama sebelum Kyuhyun melepaskannya. Ia kembali tersenyum; menyebabkan Yesung semakin merasa bersalah saja. “Aku punya hadiah terakhir untukmu, Hyung.”

Setangkai mawar merah muda.

Dengan sentakan kecil, Kyuhyun menempelkan dahinya dengan dahi seseorang yang akan segera berstatus sebagai mantan tunangannya. “Semoga kau bahagia.” —dengan begitu aku pun bisa bahagia. “Dan jangan lupakan aku.”

Yesung menatap sendu sosok di hadapannya. Kyuhyun merupakan orang penting dalam hidupnya, bagian jiwanya. “Perpisahan ini tak berartikan kita tak mungkin bertemu lagi, ‘kan?” Ia bertanya ragu; takut akan jawaban yang akan Kyuhyun berikan.

“Tentu saja. Aku akan mengunjungi kalian ke Jepang sesekali.” Jeda. Dinginnya udara akibat musim dingin mereka abaikan. “Biar aku yang menjelaskan semuanya pada Appa dan Kim-ahjusshi. Hyung pergilah bersamanya.”

Dengan sepatah kata terima kasih, mereka berpisah. Meninggalkan luka dan rasa bersalah. Menorehkan rasa sakit dan menciptakan delusi yang mungkin hanyalah angan semata.

Kyuhyun mencintai Yesung dengan tulus dan tanpa tuntutan. Ia bahagia jika orang yang dicintainya bahagia, dan ia takkan memaksakan kehendak meski tahu ia lah yang akan tersakiti nantinya. Bukan karena pengecut atau lemah, namun justru karena ia tahu ia kuat dan mungkin akan baik-baik saja.

Asalkan sosok yang ia cinta jugalah baik-baik saja.

Dulu Kyuhyun selalu membenci perpisahan dalam bentuk apapun juga—ketika ia harus berpisah dengan teman di saat pulang sekolah atau berpisah dengan game di saat kantuk mulai menyerang. Tapi setidaknya, kini ia mulai bisa menerima kenyataan. Waktu mengajarinya untuk bertindak layaknya orang dewasa. Dalam kehidupan selalu ada pertemuan yang akan diakhiri dengan perpisahan; dan inilah perpisahaan paling menyakitkan sepanjang masa hidupnya.

—Namun tetap terlihat indah karena ia merelakan kebahagiaannya demi orang yang dicintainya.

#

Ahjumma, apa kau tahu arti bunga mawar merah muda?”

Yesung memperhatikan gerakan cekatan seorang wanita tua ketika membungkus bunga—penjaga toko bunga yang empat tahun lalu ia datangi bersama Kyuhyun. Ia memperhatikan keadaan toko yang banyak berubah, membawanya untuk mengingat masa-masa kebersamaannya dengan sang hoobae yang menyenangkan.

“Kenapa? Kau ingin memberikan bunga itu untuk kekasihmu?” Si wanita tua yang telah selesai membungkus seikat mawar merah muda pesanannya itu balik bertanya. Yesung menggeleng kecil, agak tercekat saat mengatakan,

“Untuk melayat.” Jeda panjang. “Terakhir kali dia membelikanku bunga, ia memberiku bunga mawar merah muda.”

Si penjaga toko mengulas sebuah senyum minta maaf, melirik bunga-bunga mawar lainnya yang diterpa cahaya matahari melalui celah jendela. “Mawar merah muda artinya—

—Aku mencintaimu dan selamanya akan terus seperti itu.”

Fin.

Credit title: f(x)’s First Album – Pinocchio; Beautiful Goodbye

Late warning: Time (hell) jumping XD

30 thoughts on “Beautiful Goodbye

  1. Astaga :3 Shiki, pagi-pagi begini aku udah nangis :”3 so angsty :”3
    Ah, cinta pada pandangan pertama ya :’))
    Hmm. Nyesek juga kalo yang dicintai udah mencintai orang lain. Tapi mau bagaimana lagi. Tinggal mengikuti alur takdir :DD kkkkk.
    Ahh, akhirnya mereka busa bersama setelah sekian lama Kyu menunggu. Walaupun dalam kategori ‘pemaksaan’. Tapi setidaknya mereka udah sedikit merasakan perasaan saling memiliki.
    Tapi, kenapa pada akhirnya mereka harus pisah? 😦 Oh, Ternyata yesumg belum sepenuhnya melupakan Siwon :”(
    Bisa dikatakan semua usaha dan penantian Kyuhyun sia-sia.
    Kyuhyun itu hebat. Bisa ngerelain Yesung. Demi kebahagiaan Yesung.
    Mawar merah muda. So sweet :’)) semoga suatu saat Yesung kembali ke Kyuhyun terus hidup bahagia layaknya di negeri dongeng :”D hahaha.
    Great fanfic shiki-ya :)) i like it ^^

    1. Jangan nangis huhu TT
      It’s the power of true love, Merry~~
      Saya harus nge-search beratus(?) kali untuk memastikan arti berbagai warna bunga mawar XD
      Terima kasih^^

  2. wah wah wah, chingu jd akhr’a tu kyu ninggl dong???
    Ksian jg cnta’a brtpuk sblh tgn.,;-(
    good ff, 😉
    .
    n yg high scol mmories kpn updt??

  3. kyu meninggal??
    Cinta kyu bener2 tulus salut dah
    cba klo siwon gk dteng lagi kekehidupan kyusung mungkin yesung bisa jatuh cinta ama kyu,,

    good ff chingu,,aku suka cara kamu mendresipsikan isi cerita ini
    next ff ditunggu

    1. Iya TT
      Yesung sebenarnya sudah mulai ada perasaan untuk Kyu, tapi Siwon kembali lagi dan membangkitkan memori masa lalu /apa XD

      Terima kasih banyak^^

  4. Kyaaaaaaaa… Shiky ah~~~ kenapa kyuhyunnya dibikin meninggal hiksssss TT.TT aku suka banget ceritanya walaupun nyesek bacanya huhu walaupun disini benci banget sama yesung mommy aihh ya yemom!!! *jitakin* aaaahh kamu sukses buat aku nangis hueeee otp ku dibuat pisah :”( *telen bom*

  5. Aaah… Shiky ya~~ thank you so much… You already make me crying so hard hiksssss TT.TT Kyuhyun ah~~~ wake up pleaseeee dont leave me TT.TT

  6. ffnya keren bgt.. tp kenapa kyuhyun dibuat meninggal? huh. aku rada greget sma sikap yesung disini.. knpa mmberi hrpan plsu jka pd akhirnya dia nyia2in cnta tlusnya kyuhyun jg cba.. kenapa yesung ga dibuat menyesali prbuatannya,. kan biar impas gitu.. jd sma2 mnderita…. #V

    1. Terima kasih><
      Kenapa Kyuhyun dibuat meninggal? Karena… /suddenly confused/
      Yeye bukan memberi harapan palsu, hanya saja tidak bisa benar-benar move on XD
      Saya tidak tega terlalu menyiksa Yeye hihi

  7. Yaaah sad ending,kirain happy ending pas tau kyusung dijodohin ternyata yesung belum bener2 lupain siwon.huft ini keren thor bikin lagiii kyusung tp happy ending ne FIGHTING!

  8. I didn’t know you write about kyusung too 🙂 but thank you ^^ – you have to tell me if you write it again ^-^)
    This is very nice and also very sad T___T
    Rare for me to cry bcoz of FF unless it was really touching, and you do it through this story – Good Job *thumbs up*

    1. This is my second KyuSung tbh XD
      Thank you too Unnie, I’ll tell you if I post another kyusung ff later^^
      Wah I’m sorry for making you cry ;;; gomawo><

  9. aq gak tau harus coment apa?
    i am swear shiki ini ff romantis, trus bikin nyesek pula :”(
    duh kyu kelawatan sabarnya demi kebahagiannya yesung,
    pas yesung blg “untuk melayat” kok sakit bgt aq :”(
    mawar merah muda aku baru tau makna bgtu so sweet!♥ ㅠㅠ aq terkalu kangen kyusung :”(
    gomawo udh bikin ff ini, tpi knp gak blg2 post dek~ hiks ㅠㅠ
    maaf telat yah~ minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin shiki
    great ff! duh masa nangis tadi :”(
    sekali lagi gomawo ^^ by: Julia

    1. Romantis tapi bikin nyesek itu bagaimana TT

      Aku juga harus nge-search di google dulu untuk tahu arti-arti warna bunga mawar hihi, ternyata bunga mawar memang bunga paling romantis ;;;
      Karena aku nggak tahu Unnie mau baca ff aku, jadi aku nggak bilang huhu /inisedihbanget/ minal aidin walfaidzin Unnie, mohon maaf lahir batin juga><
      Aih, nado gomawo Unnie-ya^^

  10. Hueeee… Kasian bgt kyu nya. Duuuh knp sih yesung ga peka bgt sm perasaannya kyu.
    Eh tp kok akhirnya bl bunga utk ngelayat yah emg kyu nya meninggal gt???
    Sngnya jd yesung bs di cintain kyu dgn tulus gt smp2 berkorban perasaannya. Smg di kehidupan berikutnya mrk berst. #Duuuh apa cb dh

  11. senang bnget dpt ff kyusung lg tp knp ceritanya sedih gni?sad ending n kyu meninggal!kirain dgn kesabran n kehangatan kyu yeye bisa meleleh n jd cinta bngt ama kyu
    arti bunga mawar emang banyak krn pernh jg baca ff kyusung penuh dgn pengrtian bunga mawar
    ahhhh knp akhir” ini ff kyusungnya sedih semua y?*nangisdipojokan*
    chingu ultah yeye buatin ff kyusung yg comedy romantis plissss n happy end
    FIGTHING

    1. Umm… /tiba-tiba bingung/ XD
      Untuk ulang tahun Yeye saya publish WonSung untuk ff terakhir di projek ini, bukan KyuSung… mianhae TT mungkin lain kali^^
      Fighting!

  12. shiki,,i like it .. aku suka cara kmu merangkai kata” .. simple story but have deep feeling ..
    cinta pandangan pertama,,cinta sejati,bertepuk sbelah tngan .. kasian kyu meninggal u.u tpi aku bsa msuk (?) ke cerita itu xD
    thanks for kyusung’s story ♥♥

  13. Kasian kyu…. ;(

    knpa yesung malah milih siwon si??? Kan di cerita lain bisa ma siwon. Skarangkan judulnya lagi kyusung… 😦

    sabar ya kyu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s