Pride and Heart [Chapter 2]

Hogwarts AU Series: Part 4

Terkadang, Jungkook merasa bahwa ia tidak berada di asrama yang tepat. Slytherin dan kesuramannya, ruang rekreasi yang meski elegan namun tampak seperti ruangan (atau penjara) bawah tanah, dan para anggota yang cenderung angkuh tidaklah cocok dengan semangat membara dalam dirinya. Dalam periode waktu tertentu, Slytherin sangatlah membosankan.

Mungkin mengunjungi Seokjin atau mendengar pernyataan ilmiah baru dari Namjoon di asrama Ravenclaw bisa menjadi solusi—tapi jika bertemu Seokjin berartikan bertemu dengan Taehyung maka Jungkook akan mundur dan pernyataan ilmiah Namjoon tak selalu menarik, jadi lupakan saja semua rencana itu.

Ia membaringkan tubuhnya pada salah satu sofa kosong di ruang rekreasi Slytherin, memastikan salah satu prefek asramanya tak berada di sekitar, lalu teringat pada Yoongi yang seharian ini belum ia dapati keberadaannya.

Continue reading?

Pride and Heart [Chapter 1]

Hogwarts AU Series: Part 4

Hyung, kau tidak serius.”

Seokjin merengut mendengarnya. “Kalau ini tentang aku tak mendukungmu untuk mengikuti pertandingan Quidditch akhir minggu nanti, ya, aku serius.”

Menggelengkan kepala, Taehyung berpindah ke sisi kanan Seokjin ketika sang kakak bergeser demi menghindarinya. “Bukan, bukan itu—walau aku masih tetap akan melakukannya,” ia menjawab cepat, mengabaikan lirihan putus asa Seokjin yang kemudian menghela napas. Salah satu prefek asramanya, Jungsoo, menghampiri untuk menegur keberadaannya yang duduk di meja Hufflepuff, namun hanya mendapatkan cengiran menyakitkan mata sebagai tanggapan.

“Ini tentang kau dan si Slytherin itu,” meski tampak tak berminat, Taehyung dapat melihat kakaknya kehilangan fokus selama sesaat. “Kau belum mengakhiri hubungan kalian. Hyung, kau pasti tidak serius,” ulangnya dengan menekankan kata tidak serius seolah hidupnya bergantung pada dua kata itu.

Continue reading?

Fiction [Chapter 2]

Fiction

HanAiren’s Request: A fict with Leeteuk, Heechul, Hangeng, and Kibum in it.

Chapter 2Let You Go

[Cause sometimes, when you realize something, everything already turn out useless.]

.

.

Hujan. Lagi.

Apakah kini langit menangis? Apakah kini langit ikut berduka atas kepergian seorang Kim Heechul?

Cho Kyuhyun segera menepis pikiran konyolnya jauh-jauh. Untuk apa langit ikut menangis? Mustahil. Rasanya Heechul akan segera menertawakannya jika saja hyung-nya itu masih berada di sisinya. Menemaninya bermain game seperti biasa. Bertukar sindiran pedas seperti yang selalu mereka lakukan.

Iris kelamnya melirik teman sekamarnya diam-diam. Helaan napas lega terdengar darinya, begitu bersyukur karena kini sang roomate tengah tertidur dengan lelap. Lelah menemaninya menangis, lelah pula ikut menangis. Kyuhyun begitu bersyukur akan kemajuan yang Sungmin tunjukkan.

Continue reading?

Fiction [Chapter 1]

Fiction

HanAiren’s Request: A fict with Leeteuk, Heechul, Hangeng, and Kibum in it.

Chapter 1Let Me Go

[Cause sometimes, when you realize something, everything already turn out useless.]

.

.

Ia tak pernah tahu.

Bagaimana sakitnya hati orang-orang yang ditinggalkan, berapa banyak tetes air mata yang terjatuh karena merasa kehilangan, sesakit apa hati yang sesak akibat kepergian. Ia tak pernah tahu.

—Dan takkan pernah tahu.

Adanya banyak orang yang selalu memperhatikannya, adanya banyak orang yang ikut merasakan kepedihan dan kesenangan yang ia rasakan, adanya banyak orang yang mencoba mengerti dan memahaminya. Ia tak mau tahu.

Ia tak mengerti.

Continue reading?