Put a Little Love on Me

We fight, we get high holding on to love
We came down ’cause there was nothing holding us
Is it wrong that I still wonder where you are?
Is it wrong that I still don’t know my heart?

Orang bilang, rasa cinta bisa kedaluwarsa.

Taehyung tidak percaya. Seokjin berbeda.

Sebenarnya Seokjin tidak pernah mengatakan bahwa lelaki itu percaya bahwa cinta memiliki tenggat dan akan menguap pada satu titik tertentu, seperti bom waktu. Mereka tidak pernah membicarakan tentang ini sebelumnya; terlalu bahagia, terlalu menikmati momen kebersamaan yang begitu hangat, terlalu jatuh cinta.

Continue reading?

One of These Magical Days – Drabble #2

Sekental apapun darah mereka, Seokjin tahu ia dan Taehyung sangat sangat berbeda.

Taehyung adalah apa yang semua orang bayangkan mengenai sosok menyenangkan. Ramah, mudah bergaul, cerdas, memiliki selera humor yang bagus—dan di atas itu semua, apa adanya.

Taehyung adalah apa yang semua orang bayangkan mengenai sosok kuat. Berani, tegas, memiliki prinsip dan teguh pendirian. Terkadang naif dan cenderung ceroboh, tapi tidak pernah takut untuk bertanggungjawab.

Continue reading?

Possession

Berbaring di atas tempat tidur dengan sepasang mata terpejam, Kim Seokjin menyadari bahwa ia berpikir terlalu banyak di saat yang tidak tepat. Kepalanya dipenuhi oleh beragam pernyataan akan hal yang seharusnya ia lakukan, juga pertanyaan mengapa semua situasi dan kondisi ini bisa terjadi pada dirinya. Semua hal yang ia lakukan terasa begitu salah, namun ia mengaku begitu menikmatinya.

Perasaan aneh yang asing akibat seutas tali pita di pergelangan tangannya menimbulkan sedikit rasa antusias yang tidak seharusnya ada. Seokjin sedikit menggerakkan tangannya, ingin merasakan gesekan satin yang membuat jantungnya berdebar keras—seandainya ia memiliki organ tubuh itu.

Tapi Seokjin tidak memiliki jantung. Ia tidak memiliki denyut nadi di pergelangan tangannya. Bahkan seharusnya ia tidak memiliki hati untuk merasakan hal-hal lain selain nafsu seksual.

Continue reading?

Real, Unreal

Semua ini mungkin dikarenakan ia telah menghabiskan waktu bersama Bangtan terlalu lama; dengan Namjoon dan pribadi romantis yang disembunyikan, Yoongi dan keahliannya dalam memerhatikan tanpa banyak bicara, Hoseok dan sifatnya yang mudah mengutarakan perasaan, Jimin dan pribadi lembut penuh kasih sayang, ditambah Jungkook dan rasa mengutamakan perasaan orang lain di atas segalanya. Taehyung tak benar-benar mengerti, ia hanya membuat alasan demi pembenaran diri.

Bangtan selalu berotasi layaknya Bumi, yang berbeda adalah mereka memiliki Seokjin sebagai porosnya.

Ketika Jimin menyadari apa yang belum ia sadari, teman seumurannya itu berkata, “Jangan, Tae,” suaranya terdengar lembut namun waspada, menyebabkan entah mengapa Taehyung tak menyukainya. “Seokjin-hyung adalah pusat gravitasi bagi kita semua.”

Continue reading?