One Kiss [Chapter 4]

One Kiss

Chapter 4First Longing

[—Because I was born as me, I couldn’t know about this common kiss and this rough heart.]

.

.                                                                                          

Kim Jongwoon tak pernah tahu apa arti cemburu, suka, dan cinta.

Menurut kebanyakan film yang ia tonton, perasaan cemburu adalah ketika kau merasa tak senang melihat seseorang yang dekat denganmu lebih dekat dengan orang lain dan menjadikan orang lain sebagai prioritas. Lalu kakaknya bilang, perasaan suka atau cinta bisa menjadi alasan di balik sebuah kecemburuan.

Yesung bukan manusia tanpa emosi seperti robot—buktinya saja ia merasa sedih tiap kali mengingat Kibum, merasa gugup tiap kali Kyuhyun berada di dekatnya, merasa malu ketika Kyuhyun menciumnya, merasa senang di saat Heechul mau meluangkan waktu untuk menemaninya. Tapi Yesung tak tahu nama-nama perasaan yang sering manusia rasakan, semua yang ia tahu hanya rasa senang, sedih, malu, bahagia, kesal, dan kecewa.

Apa itu suka dan cinta?

Ketika pertanyaan itu ia lontarkan pada Kyuhyun yang tengah memeluknya, pemuda itu berkata bahwa perasaan itu muncul ketika kau merasa nyaman dengan seseorang, merasa tak ingin jauh dari orang itu, dan mengharapkan keberadaannya lebih dari apapun.

Kyuhyun pernah berkata bahwa namja itu menyukainya. Bukankah berarti Kyuhyun merasakan hal semacam itu pada dirinya? Nyaman, tak ingin jauh, serta selalu mengharapkan keberadaan Yesung?

Meski belum pernah merasakannya, Yesung merasa perasaan suka dan cinta adalah hal yang manis. Tapi kenapa hal manis semacam itu dapat membuat seseorang merasakan perasaan aneh lain yang bernama cemburu? Dan kenapa cemburu terdengar menyebalkan?

“Aku akan sibuk beberapa hari ini. Ketika kita bertemu lagi, beritahu aku jika kau merindukanku.”

Kala itu, Yesung mengernyit bingung dan bergeming. Apa pula itu rindu? Ia mulai berpikir bahwa terlalu banyak perasaan yang tak ia mengerti—mungkin terkadang ia rasakan tanpa sadar, namun ia tak tahu apa nama dan sebabnya. Menghabiskan waktu sepuluh tahun nyaris selalu di dalam rumah membuatnya tak perlu terlibat perasaan-perasaan aneh yang menyusahkan.

“Ketika kau merasa kesepian atau ada bagian dari dirimu yang hilang karena aku tak bersamamu, ketika kau merasa begitu ingin melihat dan bertemu denganku, itulah saat di mana kau merindukanku.”

Ah, jadi rasa itu yang dinamakan rindu. Yesung sering merasakannya; seperti dulu ketika ia masih tinggal di Jepang dan begitu ingin bertemu dengan Heechul, atau ketika ia teringat tentang Kibum. Ia juga ingat dulu tiap kali berhubungan dengan Heechul, kakaknya selalu mengatakan sesuatu seperti bogoshipo; aku merindukanmu.

Yesung menarik napas dalam, lalu menarik selimut untuk menutupi sekujur tubuhnya. Ia baru saja pulang sekitar setengah jam lalu, sedangkan Heechul belum muncul sejak tadi pagi. Yesung merasa kesepian tanpa alasan—padahal, biasanya ia begitu menikmati saat-saat di mana ia dapat menghabiskan waktu seorang diri di dalam kamar.

Beberapa hari mengenal Kyuhyun membuatnya mengetahui banyak hal meski entah positif atau tidak. Yesung tahu tak seharusnya ia membiarkan Kyuhyun selalu berlaku semaunya, tapi ia tak berani menolak. Dan karena apa yang Kyuhyun lakukan tak merugikannya, ia lebih memilih untuk bungkam.

Ia hanya tak tahu bahwa apa yang Kyuhyun lakukan sebenarnya sangat merugikannya.

Lagipula Yesung selalu berpegang teguh bahwa semua teman Heechul adalah orang baik, yang berartikan Kyuhyun juga orang baik, dan Heechul mempercayakan Kyuhyun untuk menjaganya berartikan bahwa Kyuhyun memang orang baik. Dan orang baik takkan mungkin menyakitinya, bukan?

Pasti begitu. Yesung tak boleh meragukan teman kakaknya, ia tak boleh meragukan Kyuhyun. Meski Kyuhyun selalu bertindak seenaknya, menciumnya tanpa aba-aba, meninggalkan entah berapa tanda di tubuhnya, Yesung dapat merasakan bahwa sebenarnya Kyuhyun baik, peduli, dan… menyukainya?

Mengingat Kyuhyun entah mengapa berhasil menciptakan rona-rona tipis di wajahnya. Yesung juga tak mengerti mengapa degup jantungnya menjadi tak normal. Kyuhyun memang aneh—kedatangannya yang tiba-tiba, tingkah dan perilakunya, sifat dan sikap, hingga senyuman dan tawanya—namun Yesung tak dapat memungkiri bahwa kedatangan Kyuhyun memberikan warna baru dalam hidupnya.

Dan ia tak menyangka, dua hari tak bertemu dengan Kyuhyun cukup membuatnya merasa kehilangan.

Ia terbiasa seorang diri. Membaca buku, menonton kartun, mendengar lagu, tapi bertemu Kyuhyun dan bersama namja itu selama dua hari penuh menyadarkannya bahwa sendiri tak semenyenangkan yang selama ini ia rasakan. Apa yang Kyuhyun katakan memang benar—Yesung merasa bahwa ada bagian dari dirinya yang hilang.

Dia merindukan Kyuhyun meski tahu hal ini aneh karena Yesung sering kali ingin menghindari pemilik surai brunette itu. Namun apa yang ia rasa benar-benar nyata. Yesung yakin baru dua hari Kyuhyun tak menemuinya, kenapa rasanya seperti ini? Apa rasa bernama rindu itu memang begini?

Memilih untuk tak memusingkan hal itu lebih lanjut, ia memejamkan mata dan berharap alam mimpi segera menawannya.

#

Sebenarnya Cho Kyuhyun sama sekali tak sibuk atau minimal memiliki kerjaan. Ia adalah pemuda yang dicap berandalan, ingat? Dan tak pernah ada sejarah yang mengatakan bahwa pemuda berandalan disibukkan oleh kegiatan seperti organisasi sekolah atau apapun juga.

Kyuhyun berbohong ketika dua hari lalu mengatakan ia akan sibuk minggu ini.

Menjadi murid serampangan dengan image buruk tak berartikan harus menjadi seorang playboy yang senang memainkan perasaan banyak orang—jika mau, Kyuhyun telah melakukannya sejak jauh hari. Tapi ia percaya karma itu ada, dan terkena karma bukanlah hal yang menarik untuk dicoba. Bagi Kyuhyun, menemukan seorang pasangan adalah hal penting yang tak boleh dijadikan sebagai bahan permainan.

Mungkin karena itu ia susah dan tak pernah menaruh hati pada siapa pun. Tapi Kyuhyun serius ketika mengatakan ia tertarik, ingin memiliki, dan menyukai Yesung.

Namun tertarik, ingin memiliki, dan suka bukanlah alasan yang tepat untuk mengikat seseorang ke dalam sebuah hubungan, ‘kan? Lagipula, Kyuhyun tak pernah tahu apa yang Yesung rasakan pada dirinya. Semua yang ia tahu tentang Yesung hanyalah fakta bahwa ia menyukai pemuda itu.

Well, persetan dengan gender.

Cinta adalah hal yang berbeda lagi. Orang bilang, cinta meliputi rasa suka, sayang, ingin melindungi dan memiliki, kerinduan, juga kecemburuan. Setelah menyadari bahwa Yesung berhasil menguasai pikiran dan hari-harinya, Kyuhyun sempat berpikir ia tengah jatuh cinta dan berusaha memastikannya.

Dari segala hal yang ada, hanya kerinduan yang belum pernah ia rasakan.

Kyuhyun menghela napas frustasi. Jika ia tahu tak bertemu dengan Yesung sehari saja dapat membuatnya kacau seperti ini, ia takkan mengatakan akan sibuk selama ‘beberapa hari’. Sekarang mana mungkin ia menarik kalimatnya sendiri dan berlari ke sekolah adik Heechul itu, bukan?

Tapi dengan begini, Kyuhyun yakin mengenai apa yang ia rasakan sekarang. Gravitasi memang tak bertanggung jawab terhadap orang yang jatuh cinta. Ia bahkan tak sadar sejak kapan ia jatuh—mungkin sejak awal bertemu—atau kapan saat-saat perasaan itu semakin berakar kuat. Waktu hanya terus berlalu, dan kini Kyuhyun mendapati dirinya takkan sanggup melepaskan Yesung.

Donghae pasti akan tertawa jika ia menceritakan apa yang ia rasa. Kyuhyun merasa konyol; seperti yang pernah ia katakan, cinta dan segala hal yang berhubungan dengan kata itu memang sekonyol kelihatannya. Namun Kyuhyun tak pernah menyesal atau keberatan.

Apa yang ia harapkan saat ini hanyalah Yesung akan membalas perasaannya. Ia tahu hal itu akan sulit mengingat betapa lugunya pemuda itu—Kyuhyun masih ingat dua hari lalu ketika Yesung bertanya mengenai pengertian sejumlah perasaan dengan polosnya.

Kyuhyun lebih senang berada di luar rumah, ke mana saja asal bukan di dalam sana. Ia mengerti banyak hal dari dunia luar, bahkan lebih dari apa yang ia dapatkan di sekolah. Bisa saja jika dulu ia lebih senang mengurung diri di dalam kamar, kini ia takkan banyak mengenal dunia seperti dirinya sekarang.

“Apa kau menyesal mengurung diri selama sepuluh tahun?”

“Aku tidak pernah menyesal meski sekarang merasa jauh lebih bodoh daripada semua orang.”

Apabila ia merasakan apa yang Yesung rasa—mengalami kecelakaan, kehilangan seorang adik sedangkan dirinya selamat, Kyuhyun tak tahu apakah ia akan melakukan hal yang sama. Namun jika dengan menghindari dunia luar dapat mengurangi beban yang Yesung rasa, Kyuhyun bersedia ikut menyendiri dan menjadi teman Yesung satu-satunya.

Memikirkan namja Kim itu selalu membuat otaknya bekerja dua kali lebih keras. Kyuhyun selalu ingin tahu lebih banyak, padahal ia tahu bahwa selama ini Yesung hanya berada di dalam rumah dan menjalani hari-hari monoton yang tak ada bedanya. Tapi kini ia tengah jatuh cinta, dan jatuh cinta selalu dapat menjadi alasan sebuah kejanggalan.

Kyuhyun merindukan Yesung. Aromanya, senyumannya, kegugupannya, lirikan matanya, pipinya yang merona, dan bahkan rasa manis tak nyata ketika ia menciumnya. Semuanya.

Kakinya melangkah cepat menuju gerbang sekolah, lupakan saja kebohongan tentang kesibukan selama beberapa hari yang dibuatnya. Kyuhyun tak bisa menahan diri lagi—kenapa pula mereka harus bersekolah di sekolah yang berbeda?

Sepasang mata onyx-nya menemukan seorang yeoja familiar tengah sibuk dengan sebuah buku di bangku taman, dan Kyuhyun mengingat gadis itu sebagai seseorang yang selalu bersama dengan Yesung. Setelah berdiri di hadapannya, ia mengeluarkan suara dan bertanya, “Di mana Kim Jongwoon?”

Tiffany mengerjap, mengalihkan pandangan dari kamusnya dan menatap Kyuhyun yang berdiri tegap. Ia ingat pemuda di hadapannya; seseorang yang Yesung sebut sebagai teman kakaknya, dan merupakan orang yang sama dengan orang yang membawa Yesung membolos seharian.

“Yesung-oppa sedang membeli minum, tunggu saja di sini,” jawabnya dengan senyuman. Tiffany merasa Kyuhyun adalah orang yang tak sopan—mereka tak saling mengenal, tapi tiba-tiba saja datang dan langsung bertanya tanpa basa-basi atau sapaan. Setahunya, orang Korea selalu mengutamakan tata krama.

Kyuhyun mengangkat bahunya ringan, melirik buku yang berada di atas pangkuan Tiffany dan mengernyit bingung karenanya. Kenapa pula orang Korea membaca kamus Inggris-Korea, bukan kebalikannya?

“Fany-ah, ini minuman—Kyuhyun-ssi?” Yesung meringis ketika Kyuhyun melemparkan tatapan tajam yang menurutnya menyeramkan, ia tahu apa sebabnya. “Maksudku, apa yang kau lakukan di sini, Kyu?”

Tangan Tiffany meraih minuman yang Yesung berikan, memilih untuk diam. Kyuhyun terlihat sangat tak bersahabat, bertolak belakang dengan Yesung yang menyenangkan. Tapi ia sering mendengar pepatah ‘dua kutub yang bertolak-belakang akan saling tarik-menarik’, apa karena itu Yesung dapat berteman dengan Kyuhyun?

“Membawamu pergi.”

Yesung dapat merasakan tubuhnya diangkat ke atas bahu Kyuhyun layaknya sebuah barang. Ia tak dapat berkata apapun ketika Kyuhyun melangkah menjauh, meninggalkan taman dan Tiffany yang membulatkan mata. Tangannya menggenggam pakaian Kyuhyun kuat, takut terjatuh atau kehilangan keseimbangan, sedangkan matanya terpejam erat.

Ia dapat merasakan tubuhnya diturunkan ke atas sebuah kursi—lalu menyadari bahwa mobil Kyuhyun adalah tempat di mana ia berada. Yesung baru saja hendak keluar, namun Kyuhyun mendorongnya masuk dan menutup pintu dengan cepat.

“Tu-tunggu, Kyu. Aku tak bisa membolos lagi, Tiffany pasti kebingungan sekarang—“

“Diam. Pasang sabuk pengamanmu.”

Bagi Yesung, Kyuhyun selalu menjadi sosok yang mengerikan, terutama di saat mood-nya buruk atau kesal. Ia memilih untuk diam dan menuruti apa yang Kyuhyun perintahkan, dalam hati menyesal karena tak pernah memiliki keberanian untuk menolak.

Kali ini ia harus kembali tertinggal pelajaran. Yesung tak mengerti kenapa Heechul tak marah ketika beberapa hari lalu tahu Kyuhyun membawanya membolos seharian—apakah sesekali semua murid sekolah memang harus membolos pelajaran?

Keheningan yang menemani mereka terasa asing dan menyebalkan. Kyuhyun sibuk dengan kemudinya, sedangkan Yesung mencuri pandang berharap Kyuhyun akan segera mengeluarkan suara.

Si brunette mencengkram kemudinya keras. Ia baru saja belajar bahwa cemburu adalah hal yang fatal untuk seorang perindu lakukan. Rasanya menyesakkan, mengganggu, dan segala hal menyebalkan lainnya. Tangannya bergerak mematikan mesin mobil setelah memarkirkannya di dalam sebuah gedung, kemudian turun tanpa berkata apapun juga.

Yesung mengikuti tindakan yang Kyuhyun lakukan, menunduk ketika lelaki bersurai ikal itu menatapnya datar. “Ikuti aku.”

Keduanya berakhir masuk ke dalam sebuah apartemen mewah yang ternyata merupakan tempat tinggal Kyuhyun. Yesung tak pernah masuk ke rumah siapa pun sebelumnya, dan ini pertama kalinya ia mengetahui kehidupan namja di depannya. Apartemen ini terlihat kosong, dan Yesung menebak Kyuhyun hanya tinggal seorang diri di sini.

Ia melangkah menuju sebuah ruangan di mana sebuah sofa panjang dan televisi dapat terlihat. Kyuhyun duduk di sana, memandangnya dengan tatapan dingin tak terartikan. Yesung merasa ia ingin menangis dan kabur ke dalam pelukan Heechul—Kyuhyun di saat seperti ini benar-benar menyeramkan.

“Duduklah.” Kyuhyun mengubah posisinya ketika Yesung mendudukkan diri di sebelahnya. Kedua matanya menatap sosok di samping kanannya seolah tak ada lagi hari esok, kemudian menghela napas. Yesung terlihat takut dan jauh lebih kaku. “Maafkan aku.”

Yesung melirik ke kiri, ke mana saja. “Bukan masalah,” dustanya nyaris tak terdengar. Melalui sudut matanya, ia dapat melihat Kyuhyun bergerak mendekatinya, mendorong tubuhnya hingga jatuh berbaring di atas sofa. Kyuhyun juga langsung mengambil posisi di atasnya, tak melakukan apapun, sekedar menghujam manik hazel-nya dengan sepasang matanya.

“K-Kyu, jangan menatapku seperti itu,” pinta Yesung ketika tangan Kyuhyun menyentuh dan menahan dagunya untuk tak melihat ke arah mana pun. Memandang wajah dan menerima pandangan namja itu entah mengapa membuat pipinya memanas.

“Aku merindukanmu,” ucap Kyuhyun tak peduli akan apa yang Yesung katakan. Pandangan matanya melembut, lalu ia bergerak untuk memberikan Yesung sebuah pelukan hangat. Kyuhyun merasa ia harus bertindak lebih dewasa—tak mungkin mengharapkan bocah lugu seperti Yesung bertindak lebih dewasa daripada dirinya.

Si pemilik marga Kim tak mengerti kenapa tangannya tergoda untuk membalas pelukan Kyuhyun. Yesung dapat merasakan tubuh di atasnya sedikit tersentak ketika ia membalas pelukan menenangkan itu, sedangkan jantungnya seolah akan melompat keluar dari dalam dadanya di saat yang sama. “A-aku juga merindukanmu.”

Kyuhyun menyeringai kecil, mengeratkan pelukannya sebelum melepasnya secara perlahan. “Katakan sekali lagi, Yesung-ah.” Kembali bersitatap. Ia dapat melihat wajah Yesung yang kembali merona akibat ulahnya.

Yesung tak berani menatap Kyuhyun lebih lama, tapi sepasang onyx itu menghipnotisnya untuk tak mengalihkan pandangan. Mulutnya terbuka kecil, terasa sulit mengulang kalimat pengakuan yang tadi telah ia katakan, merasa malu tanpa sebab.

“Aku juga… merindukanmu.”

Dan sebuah ciuman dalam menyatukan keduanya.

Entahlah. Yesung hanya tak menyangka ia akan terjebak dalam posisi yang sama berkali-kali. Kyuhyun kembali mencuri ciumannya, mendominasi rongga mulutnya, memberikan sensasi aneh yang menimbulkan suatu reaksi entah apa dalam tubuhnya. Ia melenguh ketika lidah Kyuhyun turun ke leher jenjangnya, kembali pasrah akan apa yang teman kakaknya itu akan lakukan.

Getaran tipis menjalar sepanjang tulang belakangnya saat merasakan telapak tangan Kyuhyun meraba permukaan perutnya dari balik seragam. Ia dapat merasakan udara dingin membelai permukaan kulitnya ketika seluruh kancing seragamnya terlepas, membiarkan Kyuhyun melihat apa yang tersembunyi di baliknya.

Yesung tahu Kyuhyun takkan membiarkannya menarik napas dengan tenang. Ia dapat merasakan bibir Kyuhyun tengah menjelajah bagian atas tubuhnya, menyebabkannya mengeluarkan suara tertahan seraya memejamkan mata.

Ini salah. Ia tak tahu kenapa, atau mengapa, tapi Yesung merasa apa yang Kyuhyun lakukan salah.

“Jangan tahan suaramu.“ Kyuhyun berbisik, masih berusaha menahan diri. Ia kembali menggunakan tangannya untuk meraba bagian tubuh Yesung, turun ke bawah…

“K-Kyu—umhh!”

Demi Tuhan ini kelewatan, dan Kyuhyun rasa ia bisa melupakan akal sehatnya kapan saja. Napasnya memburu, semakin menyebabkannya horny ketika melihat wajah Yesung dan mendengar desahannya. Tapi Kyuhyun masih menghargai orang tua yang melahirkan dirinya—mana mungkin ia rela Heechul membunuhnya jika ia berani melakukan hal yang lebih jauh lagi.

Tangannya kembali membelai perut bagian bawah Yesung, tergoda untuk turun lebih jauh, namun tak yakin dapat menghentikannya jika semua telah terlanjur. Kyuhyun kembali membawa Yesung ke dalam ciumannya, melampiaskan hasratnya dengan cara melumat bibir yang telah memerah itu kasar.

“Aku… kurasa aku bisa gila jika terus berada di dekatmu,” gumam Kyuhyun dengan napas yang tak beraturan. Di bawahnya, Yesung berbaring pasrah dengan keadaan nyaris topless, mulut terbuka mencari oksigen, dan tanda kemerahan di leher dan dadanya.

Ada perasaan aneh yang bergejolak di dalam dirinya—Yesung tak tahu apa. Ia tak dapat menggambarkannya melalui kata-kata, terlalu abstrak. Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka dalam sebuah tautan, lebih lembut dan memabukkan.

Keringat mengalir di pelipisnya, merasa suhu ruangan naik secara drastis dan tiba-tiba. Kyuhyun kini kembali melepaskan kecupannya, mengulum telinga Yesung yang tak kalah merah dari pipi yang bersangkutan.

“Mmmhh!” Yesung memejamkan matanya erat, mencoba menikmati perlakuan Kyuhyun karena tahu selamanya takkan sanggup menolak. Beberapa helai surai merah marunnya jatuh ke samping ketika ia menoleh spontan. Napasnya tersengal bersamaan dengan Kyuhyun yang menyembunyikan wajah di perpotongan lehernya.

Ia tak tahu apa nama hubungan di antara dirinya dan Kyuhyun. Bisa saja teman, atau mungkin sekedar kenalan. Tapi jika benar apa yang Kyuhyun katakan tentang rasa suka dan cinta, kini Yesung tahu apa yang ia rasakan terhadap namja brunette di atasnya.

Kyuhyun memilih untuk menyudahi kegiatannya, takut akal sehatnya menguap entah ke mana jika memilih untuk melanjutkan. Kedua tangannya ia gunakan untuk merengkuh Yesung dan sedikit menahan beban tubuhnya agar pemuda di bawahnya tak keberatan. Ia tersenyum kecil, yakin dengan pilihannya, yakin pula dengan apa yang ia rasa.

“Aku mencintaimu.”

ToBeCont

75 thoughts on “One Kiss [Chapter 4]

  1. Kyaaaaaaa ~~~ naik rate dong please!! *dilempar* ohmygossshhh itu kenapa jadi begitu?? aaaaaa Yesung mommy kenapa dirimu polos sekali disini!! ohh berhati hatilah ada serigala dihadapanmu!!! *ignore* tapi bahagia deh itu akhirnya Yesung kangen juga sama Kyuhyun yeayyyy berati Yesung udah sadar sama perasaanya… sedikit dikit akan menjadi bukit!! *apaan* lanjutannya jangan lama2 hikz T.T

  2. hoaaahh kyu bnr2 serius sama yesung !! ><
    so sweet kyu ahh !! meskipun yesung polos bgt!! ;;aa

    Lanjut dear ^^~ fighting!!

  3. Akhirnya chapter 4 update 😀 *laugh*
    Ah, Yesung sudah tidak terlalu polos lagi. Sepertinya itu bukanlah hal buruk. Hem, Yesung merindukan Kyu. Pertanda baik 🙂 Setidaknya Yesung mulai sedikit menyadari apa yang ia rasakan. Sungguh indah.
    Hey, kau seenaknya saja membawa Yesung pergi Tuan Cho. Bahkan belum terlalu mengenalnya. Haha.
    Tiffany-ssi, lain kali siapkan mentalmu jika namja Cho itu muncul digahadapanmu dan Yesung. Waspada. kekeke.
    Kali ini Kyu mengajak Yesung membolos lagi. Ah, bakhan Yesung takut jika ketinggalan pelajaran. Tak seperti dirimu yang sangatlah santai Kyuhyun-ssi.
    Astaga, itu sudah membolos. Pergi ke apartemennya pula. Ckckck.
    Aww~ Kyuhyun-ssi, kau terlalu sering melakukan itu. Kasihanilah makhluk polos bernama Kim Yesung itu.
    Ajarkanlah ia arti melawan. Jika kau mau *laugh*
    Hahaha. Tapi kau hebat Kyuhyun-ssi, biarpun kau berandal tapi kau masih punya tata krama juga. haha.
    Aku tunggu chapter selanjutnya Shiki-ssi 😀 Pasti tak kalah menakjubkan! Fighting! kekeke.

  4. adduuuhh,.!?
    kyu mskipun evil, v ttep masih bisa tahan y wt ga `Makan` yesung^^
    .
    Gomawo wt Pw’a chinguuu.,:-D

  5. Omgggg kyu uda ngungkapin perasaannya ke yesung >< *cubitin* ayooo cepet sadar biar bisa naek stage relationshipnya kyusung :3 muahhahaha
    dan buat kyu please stay obsessive xD I love it to the core :3
    Next chaaaap hwaiting author ssi '-')9

  6. Chagiiiii… Nanggung ikh , kurang Hot xi..xi

    Haduh untung tuh kyu msh punya akal sehat kl gak , yesung udh di rape2

    good ff , ditunggu next chnya fighting ^^

  7. Hadeeh kyu sellalu dech

    yesungiee kau terlalu polos~

    gimana yaa kalau heechul tau adik tercintanya di rape” sama si kyu

    next chap jangan lama” ne , , ff fovorit aku banget

  8. wuaahhh…kyu bw kabor yesung ke apartemen’a..

    Aq salut ma kyuhyun..wlawpn dy brandlan dy masih mnghargai heechull,,orng tua’a dn terutama dy sngt mnghargai dn ga mw mnyakiti yesung..
    2 thumb up lh bwt kyu.. ^^

  9. Iyesssssssssssssss~~~ kenapa gk diterusin shikiiiiiiiiiii -_-
    padahal udah hampir tuh, hampir hampir hampir… wkwkwkwk….
    kyu…. apa dia juga merasakannya? trus itu yg bilang yesung kah?
    naik rate dong naik rate wkwkwkwk *jingkrak2*
    okesip ditunggu chap 5 dan chap sequel~~~~ seperti yg kita bicarakan di twitter *buing2*
    fighting!!!

      1. entahlah,. tp aku ngerasa ni ff pndek..
        mgkin krna aku pke smgt45 bcanya kaliya..hehe
        okay shiky

  10. Yah kok chap ini pndk bgt sih dibndg chap sblmnya.
    Itu sih kyu knp ga jd mkn sungienya??? dpt ilham dr mn dia bs thn diri kyk gt.
    Yesungnya dh mulai ngersin apa yg kyu rsin jd chap bsk bs lbh hot dong (naek rate lah). Ngareeeep bgt
    Ditunggu chap dpn secptnya

  11. Kyaaa.. Kyaa.. Kyaaaa… ><
    untung kyu bz nahan bwt gk 'makan' yesug dlu.. Di blik sifat'y yg bgtu trnyta kyu msih bz menghargai ortu dan heechul.. 😀
    hwaaa.. Akhirnya kyu ngungkapin perasaan'y jg, dan yesung sedikit demi sedikit menyadari perasaan'y ma kyu.. 😀
    ayooo..ayoo, lanjuttt.. ^^

    owhh ya, gomawo ne PW'y.. Aku yg mnta d twitter dgn nm @ledis_intan
    #tkt chingu gk tw kkekeke~
    #plakk

  12. biasanya pernyataan cinta dulu baru popo lah ini kyu udah seenak’y ngerape” yesung dan hampir ‘kelepasan’ baru nyatain cinta
    haduh kenapa yesung disini menggemaskan banget si?terlalu polos…
    Ok next,,,

  13. sa sweet bngt sih,jd critanya kyu pngen meditasi soal perasaan ama ye pake modus sibuk ama ye jd g ketemuan ama ye tp cuma bertahn 2 hari kkkkk dn hasilnya memuaskn kyusung sama” rindu
    ckckck kyu,,,,,kyu,,,,skali” kasian ama jantungnya ye main gotong org aja kyak angkat beras
    kyu nyatakn cinta ama yesung?!horeeeee n dia buktikn kata”nya dgn jaga kehormatan (?) ye oppa yg polos n unyu” dirimu emang pria sejati kyu
    semoga cpt update y chingu figthing
    *angkat barner kyusung*

  14. .oenie….aq pecinta kyusung siper…
    .aq suka adegan romantis na oen…
    .aq tunggu nh chap selanjutnya…
    .hwating……!!!!!
    …….

    1. Saya juga sempat menjadi KyuSung shipper, tapi seseorang memaksa saya untuk move on *lirik Kyuhyun yang belakangan ini sering selingkuh sama Siwon*
      Terima kasih^^

  15. Kyaaa sungie kau sangatlah polos….
    Untung si evil msh bisa tahan
    Jarang2 kyu msh bisa nahan…biasanya (O.O) #plak
    Lanjut ne chingu
    Penasaran apa yesung msh polos nntinya….
    Gomawo..^.^.. ☺ ♥

  16. yesung bener2 polos sampe segala macam perasaan aja harus dijelaskan dulu sama kyuhyun…
    yesung sudah mulai suka sama kyuhyun 🙂
    pengin liat wajah yesung kalo lagi merona pasti cute banget hihihi…
    kyuhyun bisa juga nahan hasrat kkkk…
    Lanjutttt…update kilat ne thor 😀
    FIGHTING!!!

  17. Waaa….. Aku jga mencintaimu kyu. Nado… Nado… Nado… #cipok author/plakkk di tabok/

    hayolah kyusung jadian… #ngedipin mata 😉
    haha… Kyu bener2 bikin yesung ga polos lgi.

    Haha… Smoga chpa depan ga di protek lgi #puppy eyes ke author /hehe/

    gomawoooo…. 😀

    1. *kabur* XD
      Kyuhyun memang pencemar(?) paling parah kkkk
      Saya hanya protect selama beberapa hari sebelum di-publish ke FFn, kok^^
      Nado gomawo><

  18. aw..aw..aw….
    buat yeye tau dong eon klo yeye ntu juga suka kyu..#maksa
    wahh..kyu nyatain perasaan..cie..cie..
    hoosshh..lanjut eon..
    jgn dipw ne.?

  19. yesung jgn terlalu polos napa….kyuhyun jd seenaknya gitu jdnya….moga hubnya lancarrrr…..
    cepatnya sadar akan perasaan mu yesung…..
    lanjut y thor…..smangat….buat lbh romantisd n hot….hehehehehe

      1. thor yg ke 5 d protec y?
        ak minta pw nya dong….pengen tw kisah mereka selanjutnya ni…..„*^▁^*

  20. My shikii..
    My hunny bunny sweety…
    XD
    Sorry too late for reviewing this ff 😀

    Yesungieee!!
    Knp dirimu polos bgt??
    Jd mau aja dibodohin sama kyuhyun ituuu…
    -_-

    Akhirnya, yesung kangen jg sama kyu.
    Jd ga sia2 deh kyuhyun kerja keras (?) XD
    Berarti itu pertanda baik, perkembangan yg bagus bwt hubungan mereka kedepannya 😀
    Aaa..
    Kyuhyun frontal amat :p
    Tapi gak papa…
    Aku ikhlas…
    Apalagi di grepe2.
    Tapi jgn shiki!!!
    Jgn buat nc dulu ok??
    Msh kecil ingettt…
    Wkwkwk

    Kekek..
    Itu di apartemen mau ngapai?
    -_-
    Untung ga keterusan..
    Aaa,,,
    Pokoknya kamu jgn buat nc..
    ƜǨΆ=))º°˚ ƜǨΆ=))º°˚..
    Gak boleh! 😀

    1. Annyeong, Saranga><
      Not a big problem hihi

      Aku masih kecil, masih polos dan imut-imut, jadi nggak akan ada nc selama beberapa bulan ini XD tapi di fict lain aku nggak janji… /dor/
      Gomawo, Unnie^^

  21. yaa,,ampun,,yesung polos banget,,perlu diles in tuh,,,
    bagus chingu ffnya,
    yey,cpt lanjut,
    ditunggu

  22. chingu yg baik minta PW one kiss chap 5 donk?? aq penasaran nich kelanjutan hub yesung sma kyuhyun?? 😦

    kirim ke facebook aq dwi haryani dwi
    atau twitter aq @dwidwiharyani91
    please…. kedip2 ala ddangkoma *_*

  23. kyusung momentnya sweet banget,,
    kyu udah nyatain cintanya ke yesung woah apa ya tanggapan yesung jadi makin penasaran sama chap selanjutnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s