Speak Now: Dear John

Hae-Wook

Speak Now

Track 5Dear John [HaeWook/AU]

[—I see it all now that you’re gone.]

.

.

Memaafkan, lalu kesalahan berulang kembali. Kim Ryeowook cukup lelah, seharusnya ia tahu ini akan terjadi lagi dan lagi. Kata maaf yang terdengar penuh dengan penyesalan itu selalu mampu menipunya berkali-kali.

“Iya, tidak apa-apa, Hyung,” ucapnya pelan, tampak berpikir dengan keputusannya yang ia sadari bodoh dan berlandaskan pengampunan tak masuk akal—ini sudah ke-entah-berapa-kalinya. Dadanya terasa sakit, yang mana awalnya ia pikir ia akan terbiasa. Tapi ternyata tidak.

Sosok di hadapannya menampakkan senyum dewasa penuh kelegaan yang terlihat tulus, terlalu tulus hingga Ryeowook tak habis pikir di mana orang ini belajar sandiwara yang dimanfaatkan khusus untuk mengelabuhinya terus-menerus. Ia dapat merasakan tubuhnya ditarik pelan ke dalam pelukan yang tak sehangat awal hubungan mereka, kata cinta yang diucapkan seolah formalitas. Ryeowook dapat merasakan rambutnya dihelus penuh kasih sayang, atau mungkin rasa kasihan? Ia tak lagi dapat menebak.

Atau takut. Atau mungkin tahu jawabannya dan enggan mengakui karena hal ini terlalu memalukan, juga menyedihkan. Orang yang ia banggakan dan ia bela mati-matian malah menjadi alasannya menangis setiap malam. Ryeowook tak tahu apakah ia harus melanjutkan hubungan ini atau tidak; dengan pegangan cinta, rasanya semua tak sepadan. Ini sebelah pihak. Entah sejak kapan, namun kini hanya pihaknya lah yang mencinta.

Ryeowook tahu bahwa Donghae—alumni sekolahnya yang kini berprofesi sebagai model profesional, hanya merasa kasihan dan mengucapkan kata cinta sebagai bentuk… kebiasaan. Bertahun-tahun mereka bersama menyebabkan perbedaan tentu menjadi sesuatu yang kentara. Donghae nya telah berubah dan pergi meninggalkannya.

Memang tak secara harfiah, tapi Donghae memang telah pergi. Bersama dengan popularitas dan segala hal indah yang dapat memanjakannya. Meninggalkan Ryeowook terpuruk sendirian, meninggalkan dirinya yang hanya tahu arti kata menunggu juga arti kata percaya meski dikhianati ratusan kali hingga mungkin nantinya akan mati rasa.

Kadang, Ryeowook merasa ia terlalu muda untuk merasakan patah hati yang sebegini menghancurkannya. Kadang, ia merasa lelah hingga ingin menyerah dan mundur dari pertempuran seorang diri yang dilakoninya, seperti sekarang. Namun akhirnya ia akan berada di sana—menunggu, memaafkan, dan menyambut ketika Donghae datang dengan wangi parfum wanita yang kentara.

Perlahan Donghae akan benar-benar pergi, menghilang dari pandangannya, tapi Ryeowook akan tetap menjadi Ryeowook yang patuh pada hati bukan bukan nurani. Menunggu, berharap, memaafkan, lalu tersakiti. Entah kapan semua ini akan berakhir, tapi Ryeowook tetap akan berada di sana—

“Aku juga mencintaimu, Hyung…”

—membalas kata cinta meski air mata menggenang di pelupuk mata.

FIN

Credit title: Taylor Swift’s Third Album – Speak Now; Dear John

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s