Fallen Leaves [Chapter 6]

Kyu-Sung 2

Fallen Leaves

@claudiangel_’s Request: A KyuSung multi-chapter fanfiction

Chapter 6Awake

[—Say my name, so I know it’s true.]

.

.

Mengapa di saat ada Siwon—seseorang yang mengerti dirinya, mencintainya tanpa kekurangan, bersedia melakukan apapun demi kebahagiaannya—Yesung lebih memilih Kyuhyun yang penuh dengan kelabian, emosi tak terkontrol, dan keegoisan tak terbantahkan?

Di saat di mana ada seseorang yang akan mengalah untuk dirinya, kenapa ia harus mengutamakan seseorang yang tak pernah mau mengalah dan selalu memaksakan kehendak dengan alasan demi kebahagiaan yang tak nyata?

Suara televisi yang menghapus keheningan apartemen Kyuhyun berhasil mengusir rasa sepi yang ia rasa, tapi Yesung masih tak dapat berhenti memikirkan alasan dan jawaban untuk pertanyaan yang otaknya lontarkan untuk dirinya. Sebuah kehidupan baru yang lebih menyenangkan dan tak berliku akan menyambutnya jika ia memilih Siwon sebagai seseorang yang berada di sisinya, namun mengapa ia menolak pemuda itu demi pemuda yang selalu menambah beban pikirannya?

Tiga tahun hidup bersama Kyuhyun sudah lebih dari cukup baginya. Yesung tak pernah mengeluh meski ada saat di mana ia ingin melakukannya. Tapi Kyuhyun hanyalah seorang namja lemah yang membutuhkan bantuannya, seseorang yang ia anggap adik kesayangan, dan seseorang yang mengerti penderitaannya karena mengalami sebuah kecelakaan naas bersama.

Lalu di saat rasa butuh berubah menjadi ketergantungan, cinta atau mungkin obsesi, Yesung tak yakin ia harus melanjutkan ini semua. Kyuhyun sudah dewasa, begitu pula dirinya. Mereka tak perlu mencari satu sama lain ketika malam datang hanya untuk menangis bersama mengingat kepergian orang tua mereka, tak perlu pula saling mencubit pipi ketika merasa gemas satu sama lainnya.

Ia tak lagi perlu mengurus kehidupan Kyuhyun, memasakkan makanan untuknya, atau mengecek kondisi kesehatan sang Cho yang sering mengalami gangguan. Kyuhyun bisa melakukan semua itu tanpa dirinya. Apa susahnya melanjutkan hidup di saat telah dewasa dan memiliki banyak uang tanpa harus bekerja?

Meski pada akhirnya manusia tetaplah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk hidup, ia bukanlah satu-satunya manusia di dunia—Kyuhyun takkan mati hanya karena ia menghilang meski untuk selamanya.

Namun kembali pada fakta bahwa ia menolak Siwon demi seorang Kyuhyun, Yesung tahu semua argumentasi takkan ada gunanya.

Ia tahu, di detik di mana ia membandingkan teman kecilnya itu dengan si namja ikal, Yesung telah mengaku kalah pada perasaannya. Apa yang ia lakukan selama ini, tindakan tanpa penolakan, usaha untuk menghilang yang selalu gagal; apa lagi yang dapat menjadi jawaban jika bukan karena ia mencintai Kyuhyun melebihi apa yang ia bayangkan?

Senyum sendu terlihat pada wajahnya, ibunya pasti akan memarahinya habis-habisan jika mereka bertemu suatu hari nanti. Atau mungkin bersamaan dengan ia mengakui perasaannya pada Kyuhyun, ibunya sudah tak lagi menganggapnya sebagai anak. Tapi terserahlah. Ia tak pernah menghendaki semua ini, Tuhan lah yang merencanakannya, dan ia hanya menjalankan.

Eomma, mianhae…”

Yesung tak mengerti mengapa meski ia merasa bersalah bukan main, bebannya seolah menghilang secara perlahan. Rasa sesak yang selalu menderanya tiap kali memikirkan hubungan di antara dirinya dan Kyuhyun pun tak terasa. Layaknya seorang pelaku tindak kejahatan yang terbukti tak bersalah, anehnya ia merasa begitu lega dan nyaman.

Malam baru saja datang ketika ia bermaksud untuk meninggalkan apartemen Kyuhyun. Mungkin ia harus menyiapkan lebih banyak kata-kata sebelum berbincang dengan pemuda itu nanti. Yesung ingin mengakhiri semua ini meski ia pun tak tahu caranya. Apa yang harus mereka lakukan tentu hanyalah berbicara—dan hanya berbicara pun tak semudah bayangannya.

Di saat pintu terbuka dan Kyuhyun berada di hadapannya, Yesung hanya dapat menunjukkan sebuah senyuman. Tangan pemilik iris onyx itu menyentuh wajahnya, menimbulkan debaran aneh yang berbeda; ia tak tahu apa artinya. Yesung hanya dapat mengerjap, lalu tanpa sadar membulatkan mata ketika Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan yang lama sekali tak ia dengar.

Hyung…”

Ini pasti pertanda buruk. Yesung bergeming, tak tahu harus merespon seperti apa. Kyuhyun menyunggingkan senyuman yang dipaksakan, menimbulkan debaran yang kini terasa menyakitkan. Ada apa? Apa yang terjadi?

Yang lebih muda menghela napas, terlihat begitu putus asa. “Pergilah—” Yesung tahu kini ia tak mempercayai pendengarannya. Lirihan Kyuhyun terdengar bagai ucapan selamat tinggal. “Jadilah apa yang kau inginkan, hiduplah tanpa mempedulikanku, bahagialah…”

Tanpa sempat memproses apa yang otaknya perintahkan, ia memeluk Kyuhyun erat—takkan menyesal jika tindakannya ini membuat Kyuhyun menarik kembali ucapannya dan menahan dirinya selamanya.

#

Kenapa seorang pencuri harus mencuri sesuatu hingga merugikan korbannya? Kenapa seorang pejabat tetap melakukan korupsi meski telah memiliki tahta? Kenapa salah seorang dari dua insan yang menjalin hubungan memilih untuk mengakhiri hubungan mereka demi gadis lain yang bahkan baru ditemuinya?

Bahagia. Karena semua orang ingin hidup dengan kebahagiaan.

Namun tak semua cara untuk menggapai kebahagiaan menguntungkan semua pihak, sebagian besar malah harus dirugikan. Lalu kenapa dengan merugikan orang lain kita tetap keras kepala menjadikan kebahagiaan sebagai alasan? Kenapa kita berbicara tentang bahagia di saat orang lain menderita?

Yesung tahu Kyuhyun ingin merasa bahagia sebesar ia ingin merasakan perasaan menyenangkan yang sudah lama ia dambakan itu. Ia ingin bahagia dengan cara meninggalkan masa lalu, memulai hidup baru, memutuskan hubungan dengan alasan tak masuk akal; lagi, kebahagiaan. Di saat dirinya tahu bahwa ia adalah kebahagiaan yang Kyuhyun perjuangkan, Yesung bahkan berkata ia ingin melakukan itu semua agar Kyuhyun juga merasa bahagia.

Untuk merasakan sebuah kebahagiaan, maka kau harus melakukan pengorbanan. Yesung tahu itu, karenanya ia berpikir mereka akan tetap baik-baik saja. Mungkin akan terasa sakit di awal, namun setelahnya keadaan akan kembali ke sedia kala, atau mungkin dua kali lipat lebih baik daripada keadaan sebelumnya.

Tapi benarkah?

Yesung-ah, apa yang ingin kau lakukan ketika dewasa nanti?”

Aku ingin menjadi penyanyi. Boleh, ‘kan, Eomma?”

Tentu saja. Eomma akan mendukung dan melakukan apapun agar kau merasa bahagia.”

Yesung menghembuskan napas pelan, lalu menatap langit yang berwarna hitam gelap. Malam hari di musim dingin tak pernah menjadi favoritnya, tapi kali ini ia akan membuat pengecualian. Ia membutuhkan sensasi dingin membekukan untuk saat ini, dan suhu udara malam hari di musim dingin adalah jawabannya.

Bahagia. Apakah dengan membuka lembar baru dalam kehidupan, kau pasti akan merasa bahagia? Sama seperti kehidupan, kebahagiaan adalah hal yang tak pasti dan sukar untuk ditebak. Lalu kenapa ia harus pergi jauh mencarinya di saat seseorang yang berada di dekatnya adalah kebahagiaan yang sesungguhnya?

Suara langkah kaki perlahan terdengar, dan Yesung yakin saat itu senyumannya mengembang.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Pertanyaan itu entah mengapa membuat degup jantungnya semakin kencang, menimbulkan frasa yang belakangan ini sering menghampirinya. “Kurasa kau tahu sekarang adalah musim dingin.”

Sepasang lengan melingkar di bahunya, menyalurkan kehangatan yang sebenarnya belum cukup untuk mengalahkan suhu udara, namun cukup untuk keduanya. “Aku? Aku menunggumu.”

Kyuhyun mengernyit tak mengerti, lalu ikut menengadah menatap langit. Ada desiran halus yang terasa dalam tubuhnya, desiran aneh yang selama ini tak pernah ia rasakan; dan tiba-tiba saja datang setelah insiden beberapa hari lalu di mana Yesung membalas perasaannya. Ganjil, namun menyenangkan.

“Apa yang sedang mereka lakukan di sana?” Yesung bergumam, teringat akan orang tua mereka. Ia telah gagal menjadi seorang kakak, dan ia yakin ia takkan berani bertemu dengan ibunya dan ayah Kyuhyun suatu hari nanti. Harus bagaimana lagi? Pada akhirnya, ini adalah takdir yang Tuhan tetapkan untuk mereka, dan ia tak bisa berbuat apa-apa.

“Melihat kita. Bersyukur karena kita akhirnya benar-benar bersama,” jawab yang lebih muda. Yesung tertawa pelan, menganggap jawaban Kyuhyun sebagai candaan meski yang bersangkutan tampak serius dengan ucapannya. Mana mungkin.

Sebuah kecupan mendarat di pipinya sejurus kemudian, menyebabkan wajahnya terasa hangat. Yesung tak berani melirik, tiba-tiba merasa gugup meski sebenarnya sering kali mendapatkan perlakuan sama—yang berbeda hanyalah situasi dan perasaan nyata yang terlambat disadari oleh keduanya.

Eomma, kau pernah mengatakan padaku bahwa kau akan mendukung apapun yang kulakukan agar aku merasa bahagia, sang Kim membatin seraya memejamkan mata. Inilah kebahagiaanku, tolong maafkan aku.

#

Siwon melirik Yesung yang berkutat dengan gadget-nya di kursi penumpang depan, tepat di sebelahnya. Biasanya ia akan menemukan teman kecilnya itu melamun, atau kadang bermonolog tanpa ragu. Namun semua itu tak lagi dilihatnya sejak sebulan lalu.

Ia selalu tahu bahwa Yesung tak pernah baik-baik saja, dan kini ia pun tahu bahwa namja Kim itu tengah baik-baik saja. Yesung memang bukan tipe yang senang memamerkan senyum, tapi Siwon tahu pemuda itu bahagia—tak perlu dijabarkan dengan kata-kata, karena tanpa menoleh pun, tanpa senyuman, kebahagiaan itu terasa melalui aura cerahnya.

Ini yang terbaik, Siwon yakin itu. Ia takkan bisa memaksa Yesung untuk bersanding dengannya, karena meski ia dapat lebih diandalkan, Yesung akan terus menggumam nama Kyuhyun dalam diam. Cinta memang bodoh, memang menyusahkan, memang gila. Siwon percaya itu setelah melihatnya, dan bahkan merasakannya.

Tak pernah sekali pun ia mendengar kata cinta terucap dari bibir Yesung ataupun Kyuhyun; keduanya tak perlu kata-kata, sesimpel itu. Siwon mulai bertanya, apalagi yang lebih indah daripada cinta yang terlihat dan terasa nyata meski tanpa suara?

Ia sama sekali tak terluka. Mungkin iya, tapi bukan masalah. Tuhan pasti memiliki rencana lain untuknya, dan Tuhan telah menggariskan bahwa Yesung memang tak pernah ditakdirkan untuk bersamanya, bahwa mereka adalah sahabat baik untuk selamanya. Kenapa harus menolak di saat seperti ini saja sudah cukup membuatnya merasa senang?

“Jadi, Yesung-ah,” panggilnya memulai pembicaraan. “Kalian sudah resmi menjalin hubungan? Menjadi sepasang kekasih?”

Yesung mengalihkan pandangan, tersenyum kecil seraya menggeleng pelan. “Kami tidak menjalin hubungan apapun. Hanya Yesung dan Kyuhyun, dua orang yang tinggal bersama dan saling membutuhkan, namun tak memiliki status.”

Di saat lampu lalu lintas berganti merah, Siwon menolehkan kepala dengan raut wajah tak percaya. “Kenapa? Bukankah kau selalu bertanya tentang hubungan kalian dulu? Kau tak ingin memiliki sebuah jawaban?” Ia bertanya dengan nada menuntut, tak menyangka akan mendengar jawaban seperti yang sang Kim lontarkan.

“Sekarang aku mengerti bahwa status takkan berpengaruh banyak. Jadi, untuk apa? Selama komitmen yang ada tetap berada di tempatnya, kurasa tak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Siwon menggeleng takjub, ingin menyindir namun tak sampai hati. Di sebelahnya, Yesung kembali sibuk dengan handphone-nya yang tiap semenit bergetar dua kali. Ia berani bertaruh sahabatnya itu tengah bertukar pesan dengan Kyuhyun sekarang.

Yesung menatap kaca yang memperlihatkan jalanan kota Seoul, teringat akan pertanyaan yang dulu selalu membayangi hidupnya; apa nama hubungan di antara dirinya dan Kyuhyun?

Seraya mengangkat bahu ringan, ia tersenyum hangat setelah sekian lama. Untuk apa memikirkan status di saat tanpa status pun mereka dapat terus bersama tanpa adanya larangan, juga saling mengisi kosongan dan kekurangan yang satu sama lainnya rasakan?

Pada akhirnya, hubungannya dengan Kyuhyun seperti dedaunan yang lepas dari tangkainya—takkan ada yang tahu berapa banyak dedaunan yang terjatuh, mungkin saja sebagian terbang terbawa angin jauh.

Namun meski dedaunan yang terbawa angin jatuh di bawah pohon lain, fakta bahwa daun itu berasal dari pohon asalnya takkan pernah berubah; seperti Yesung yang tak dapat melakukan apapun untuk mengubah sebuah kenyataan.

Lagipula peduli apa tentang omongan orang-orang? Setelah susah payah menggapai dan mengerti arti kebahagiaan, ia takkan rela melepaskannya meski hanya sekejap.

FIN

Credit quote: Secondhand Serenade’s First Album – Awake; Awake

Thanks for reading this fict and leave some comments! I’ll post HSS: Memories’s last chapter soon and it means I’m done with my two multi-chapter fanfictions here, yay! Nah, saya ada pertanyaan ‘kurang kerjaan’ di chapter terakhir ini: menurut kalian pribadi, di antara Kyu-Ye-Won di fict ini, siapa yang paling tersakiti? DX

See you later!^^

24 thoughts on “Fallen Leaves [Chapter 6]

  1. salam kenal ,aku reader baru disini ^^
    ff’nya keren ,aku baru baca tapi udah fin aja ,bikin sequel donk ! xD
    owh iyya ,tdk ada yg tersakiti ,aku rasa mereka semua bahagia ,kyuhyun yesung bahagia karna akhirnya mereka bersama ,siwon jg bahagia karna yesung bahagia xD

  2. salam kenal ,aku reader baru disini ^^
    ff’nya keren ,saya suka ,baru baca tp udah fin aja ,bikin sequelnya donk ! xD
    owh iyya ,aku rasa tdk ada yg tersakiti ,mereka semua bahagia ,kyuhyun yesung bahagia krna akhirnya mereka bersama ,siwon jg bahagia krna yesung bahagia ,gomawo ^^

  3. oh my god bahasanya bener” menghanyutkan , para pejabat korupsi karena tamak lo ho
    ..ho

    jd hubungan kyusung tetap g jelas tp ada banyak cinta di antara mereka, good ff daebak sayang di tunggu next ffnya

    yg paling tersakiti, unnie rasa itu yesung alasanya dia terlalu banyak memendam rasa? ?

    1. Rofl Unnie sukses bikin aku ketawa nggak berhenti XD

      Sebenarnya di sini aku mau mempertegas bahwa status atau hubungan bukan segalanya, tapi belakangan ini aku sadar status atau hubungan itu penting /telat

      Dan sebenarnya (lagi) menurut aku pribadi, yang paling tersakiti itu Kyuhyun>< nah tapi aku tau setiap orang pendapatnya berbeda, makanya aku iseng bertanya. Gomawo Unnie! /hugs

  4. Kyaaaaaaa shiki babies akhirnyaaaaaa tamat juga wohooooo >< udah buat ff request aku KyuSung yang story nya seperti ini kekekeke i love u :3 lain kali kita buat ff OT3 ya? KyuMinSung hahaha otl XD

    Dan…. siapa sejujurnya yang saling tersakiti disini, emmm mungkin…. sejujurnya Kyuhyun kali ya hehe ini opini aku sih, karena aku ngerasa kalau aku jadi Kyuhyun itu kasian banget, dia bingung dengan perasaannya sendiri yang tak tahu arah, disatu sisi dia membutuhkan kehadiran Yesung ckck. kalau untuk YeWon, sama sih. Cuma kalau mereka kan udah tahu perasaan mereka masing2 tak terombang- ambing seperti perasaan Kyuhyun, jadi ya…. Kyuhyun yang paling tersakiti diikuti dengan YeWon dibelakangnya… *hlo* hahaha intinya ini ff benar2 amazing sekali!!! Ahhh…. biarpun moment KyuSung nya sedikit :p hihi *protes sedikit ah,* /dihajar/ oke keep writing~^^

  5. Jujur aja, aku gak nyangka akhirnya tetap akan seperti ini, hihihi berakhir KyuSung tapi…. tanpa, status eh? Okay, status emang bukan masalah sih yang terpenting itu sikap pribadinya aja, terkadang status “menjalin hubungan” pun tidak bahagia, hanya status nya aja yang menyandang kebahagian lol XD tapi untuk KyuSung mereka kebalik mungkin hahaha tanpa status juga orang lain juga tahu hubungan mereka seperti apa kan? tanpa mereka bilang cinta satu sama lain orang lain pun tahu perasaan mereka itu seperti apa, hahhh cinta KyuSung disini memang tak semanis permen gula tapi entah kenapa aku suka banget KyuSung yang seperti ini XD karena berati itu mencerminkan no matter what happends KyuSung’s fate, thats all.. Yepyeyep! 😀 Ah, thank you so much babies >< udah buat ff request aku KyuSung yang story nya seperti ini kekekeke i love u :3 lain kali kita buat ff OT3 ya? KyuMinSung hahaha otl XD

    1. Suatu saat nanti aku pasti bikin OT3 KyuMinSung! /smirk

      Yap, aku setuju sama semua yang Unnie bilang^^
      Thank you so much, Unnie-ya~~ glad to know that you love this fict hihi

  6. Updt jga..
    Udah fin?? Sequel??
    Mnurup q awalnya mereka semua tersakiti v di akhir aq rasa siwon dh, cz ga bisa brsama org yg d cintai wlo bgaimana pun itu pasti sakit.. #so tau
    .
    Author-nim d chap ni kyusung moment nya dikit sih, gimana kalo sequel??

    1. Saya nggak punya ide dan waktu untuk sekuel TT
      Hihi semua memang tersakiti, tapi setiap sudut pandang orang tentang yang paling tersakiti pasti berbeda. Indahnya perbedaan<3 /slapped
      Saya tidak bisa menjanjikan sekuel huhu

  7. Happy Ending,,sesuai harapn DAEBAKK!!! Mnurut qu ga da yg plng tersakiti,,smuanya sma2 mrskn skit yg seimbang,,,hehehhe
    ditunggu ff slnjutnya!!

  8. Daebaaak,, walaupun hubungan kyusung masih tanpa status tapi mereka berdua bahagiaa ^^
    menurut ku ga ada yg tersakiti karna siwon juga bahagia melihat yesung yg juga bahagia ^^

  9. ya.. setiap orang selalu bersembunyi dibalik ‘kebahagiaan’ untuk membenarkan setiap tindakan yang mereka lakukan..
    jujur, akhir yang tak terduga kyusung bersatu tanpa status..

    aku mau menyampaikan sedikit pendapatku ya.. boleh kan?? hehe..
    memang semua yang ada itu yang paling penting adalah sebuah komitmen. tapi, menurut aku, dapatkah sebuah komitmen berdiri tanpa ada nya hubungan atau status?
    ketika seseorang berada dalam suatu hubungan atau status tertentu, dia akan membuat komitmen berkaitan dengan status tersebut, walau pada akhirnya ia mungkin tidak akan terus memegang komitmen itu. jadi, menurut aku, bagaimana mungkin seseorang dapat berkomitmen ketika dia sendiri tidak tahu tentang kedudukannya atau statusnya?

    maaf, y chingu, klo aku terlalu sok tahu. itu hanya pendapat ku aja.. jangan marah ya..
    tentang pendapatku, itu hanya sedikit penyampaian emosi pribadi.. #pengalaman pribadi aja.. hehe..

    yang paling tersakiti… sapa ya.. aku milih kyu aja dech..
    waktu kecelakaan itu terjadi, kyu masih terbilang kecil, masih remaja di mana ia memang masih labil banget.. dia tidak punya siapa”.. hanya yesung, yang mantan calon kakak tirinya yang dia punya. aku rasa, kyu pun sudah berusaha untuk kembali seperti semula sebelum kecelakaan terjadi. tapi, kyu terlalu takut untuk kembali kehilangan. mungkin, yang ada di pikiran kyu saat itu, yang penting, dia punya satu orang saja yang akan terus bersamanya. daripada ada banyak orang di sekitarnya namun pada akhirnya hanya akan ada satu yang tersisa. karena itu, saat kyu melihat yesung yang begitu dekat dengan siwon, kyu langsung mengambil tindakan ekstrim.
    dan menurut aku, kenapa kyu jg begitu kasihan karena kyu memendam semuanya sendiri. kyu tidak punya siapa” untuk diajak berbagi, untuk bercerita. berbeda dengan yesung yang punya siwon, tempat nya untuk mengadu. bahkan tanpa bercerita ke siwon pun, siwon sudah tahu apa yang dirasakan yesung.
    kyu juga kasihan karena sampai saat ini, yesung masih tidak mau memperjelas hubungan mereka. padahal kyu sudah meminta yesung menjadi kekasihnya kan? sekali lagi, karena menurut aku, tetap sebuah status itu penting.
    klo siwon sich, gimana ya.. emang biasa orang baek jarang mendapatkan kebahagiaan. makanya jadi orang jangan terlalu baek.. lol xD

    maaf ya chingu, komen ku panjang bngt.. ga mutu lagi.. 😦
    aku selalu suka gaya penulisan chingu!!!

    1. Tepat!^^

      Nah, kembali pada pribadi tiap orang, semua orang punya pendapat berbeda, Sisil-ssi^^ Ada tipe orang yang mengagungkan status, ada yang sama sekali tidak peduli. Menurut saya pribadi, komitmen itu apa yang harus dipegang teguh oleh diri sendiri, bukan karena status, hubungan, atau mungkin paksaan. Bahkan dua orang yang memiliki hubungan saja masih sering melanggar komitmen yang mereka buat. Jadi, terkadang saya berpikir, apa gunanya hubungan kalau pada akhirnya sama saja?

      “Bagaimana mungkin seseorang dapat berkomitmen ketika dia sendiri tidak tahu tentang kedudukannya atau statusnya?”
      Klise, tapi jawabannya… percaya. Ketika dua orang berkata saling mencintai (dan apa yang mereka katakan benar-benar mereka rasakan), apa yang keduanya dapat lakukan hanya pasrah dan percaya. Kalau mereka percaya, pasti mereka akan berpegang teguh dengan komitmen yang ada. Tapi kembali pada pribadi tiap orang yang beragam variasinya, semua tergantung oleh diri mereka sendiri^^

      Yap, saya setuju dengan pendapat Sisil-ssi tentang Kyuhyun yang paling tersakiti. Senang sekali ada yang satu pikiran dengan saya<

  10. awww akhirnya kyusung hidup bahagia 😀
    siwon juga bahagia krna yesung bahagia
    oke oke!! ini fin trnyata
    sequel donk xD
    shiki mian bru baca and review lol
    abisnya kmren lagi sibuk tugas dikantor unnie u.u
    deabak ff
    ditunggu karya2 selanjutnya
    fighting!!

  11. Romantis itu tak harus selalu manis ,kan?
    Kisah KyuYeWon ini bner2 mengena bgt sampe ke ulu hati..
    Baca ff ini tuh rasanya nyesek,tp ga bisa nangis
    Antara sedih,sma seneng krna happy ending
    Kdang aq mikir,apa di dunia nyata ada kisah kaya di ff ini?
    Sekalipun ga ada romance nya yg kentara,tp ttp terasa indah ^^
    Btw, kaya nya aq telat bca ff ini yah?
    ps : author punya akun FFN ga? Nma nya apa?ntar kite brkunjung dah 😀 ,thanks

    1. Benar sekali^^
      Wah, maaf bikin nyesek TT

      Untuk dunia nyata, sepertinya fanfict ini terlalu drama. Mungkin saja ada, karena pada akhirnya yang hidup di dunia bukan hanya sejuta orang, melainkan milyaran jiwa. Siapa yang tau? Hihi
      Akun FFN saya adalah Kuroify, JoyMinn-ssi. Terima kasih banyak telah berkunjung:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s